| |

HUT PPPK Petra ke 64

Blessed to blessed adalah tema yang diangkat dalam Ibadah syukur HUT 64 PPPK Petra yang di-laksanakan di SMP dan SMA Kristen Petra 4 Sidoarjo. Alunan musik nan merdu mengawali Ibadah syukur yang diikuti oleh seluruh guru, karyawan dan para siswa kedua sekolah dengan khidmat.

Tak terasa sudah lebih dari setengah abad Petra turut serta membangun dan mencerdaskan anak bangsa. Ribuan alumni telah berhasil dicetak oleh Petra, tidak sedikit diantaranya berhasil ikut serta memajukan bangsa. Keluarga besar Petra mampu menjadi garam dan terang dunia. Drs.Djoko Eko Suhartono,M.Pd selaku kepala sekolah SMP Kristen Petra 4 memberikan sambutan dalam acara ini, beliau mengutarakan ucapan syukurnya atas raihan yang telah dicapai oleh Petra. Sudah sekian banyak torehan prestasi yang dihasilkan oleh Petra.

Dengan bertambahnya usia, bukan berarti harus bermegah dalam merayakannya. Sederhana namun bermakna itulah yang dikedepankan dari perayaan ini. Ibarat padi yang kian berisi kian merunduk, demikian pula Petra yang seiring bertambahnya usia semakin dewasa dan bijaksana.

hut2.jpghut3.jpghut1.jpg

Welcome to Roemah YWI

Di pagi yang cerah dihiasi matahari yang bersinar, tampak wajah anak-anak kelas 8 SMP Kristen Petra 4 riang gembira di hari itu. Tepatnya pada tanggal 6 November 2014. Apakah kalian tahu mengapa? Ya, mereka akan pergi retret ke Roemah YWI selama 3 hari 2 malam. Semuanya berkemas dengan baik dan siap mengikuti acara yang telah dinantikan-nantikan sejak kelas 7 itu. Semua siswa berkumpul di kelas mereka masing-masing, sambil menunggu aba-aba dari guru yang menyuruh untuk berangkat. Sekitar jam 09.30 pagi Siswa-siswi SMP. Kristen Petra 4 berangkat retret, semuanya masuk ke dalam bis yang telah ditentukan. Di dalam bis semua siswa-siswi memancarkan wajah mereka yang ceria, mereka bermain dengan temannya, ada juga yang mendengarkan lagu dari gadget mereka masing-masing.

Welcometo Batu!!!, sekitar pukul 1 siang, Siswa-siswi SMP.Kristen Petra 4 telah sampai ke Roemah YWI. Ya, walaupun mereka capek dengan perjalanan yang jauh tadi, mereka tetap bergembira. Semuanya langsung melihat papan pengumuman yang bertuliskan tentang pengaturan kamar mereka. Ada yang terlihat senang karena sekamar dengan sahabatnya, ada juga yang tidak. Tapi, tidak apa-apa kali ya… siapa tahu mereka bisa kenal lebih banyak teman. Oke, setelah mereka melihat papan pengumuman tadi, mereka langsung masuk ke dalam aula untuk mengikuti ibadah pembukaan. Ibadah pembukaan dipimpin oleh pemandu pujian, Singer, dan Pemusik dari kelas 8.1. Penampilan mereka sangat bagus. Setelah ibadah pembukaan, sekarang waktunya pembagian kunci. Kunci kamar dibagikan kepada semua ketua kamar. Ibadah pembukaan sudah, pembagian kamar juga sudah, berarti sekarang waktunya makan siang, dan beristirahat. Semuanya langsung keluar dari aula dan ke kamar masing- masing untuk meletakkan tas mereka, setelah itu mereka makan siang.Setelah makan siang berakhir mereka semua pun beristirahat. Di jam istirahat ada yang bermain, ada yang jalan-jalan untuk melihat pemandangan, ada juga yang tetap berada di kamar mereka. Semuanya beristrahat dan bersiap-siap sampai jam menunjukan pukul 4 sore, selanjutnya mereka akan kudapan. Semuanya diberi waktu sampai pukul setengah 5 sore. Setelah selesai mereka semua pergi ke aula.Di aula acara pun dimulai. Mereka dibentuk mejadi 12 kelompok, mereka disuruh untuk membuat yel-yel, dan membuat drama sesuai dengan tema yang ditentukan yaitu “SILENT KILLER”. Semuanya membuat dengan serius dan gembira.Waktu yang disiapkan telah selesai untuk membuat drama dan yel-yel. Semuanya paasti merasa deg-degan karena akan tampil di depan. Karena suasana lagi seru-serunya tidak terasa ternyata sekarang sudah pukul setengah 7 malam, waktunya untuk mereka makan malam. Mereka makan malam dengan sukacita. Jam sudah menunjukan pukul 7 malam,waktunya untuk kembali ke aula. Untuk mengikuti acara selanjutnya. Kira-kita acara selanjunya apa ya? Ternyata waktunya untuk melihat film pendek. Di tengah-tengah acara film pendek, ternyata banyak siswa-siswi yang lelah sehingga mengantuk. Akhirnya setelah film pendek selesai, mereka diminta untuk beristirahat

Belajar Mengenal dan Mencintai

MOPDB atau yang biasa dikenal dengan Masa Orientasi Peserta Didik Baru memang membuat suasana sekolah baru terasa berbeda. M0PDB ini diselenggarakan mulai tanggal 14 Juni 2014 sampai dengan tanggal 16 Juni 2014. Selama MOPDB, banyak yang dipelajari. Di antaranya yaitu: Wawasan Wiyata Mandala, Tata Krama, Kurikulum baru, observasi lingkungan, tata tertib,penghijauan lingkungan sekolah.

Pertama, tentang Wawasan Wiyata Mandala. Wawasan wiyata mandala ialah suatu pandangan atau sikap menempatkan sekolah sebagai lingkungan pendidikan dimana para anggotanya saling bekerja sama dan bantu-membantu. Tujuan yang diharapkan dari pembelajaran wawasan wiyata mandala ini ialah agar seluruh siswa dapat menciptakan sekolah sebagai suatu tempat untuk saling asah, asih, dan asuh sehingga dapat mendorong semangat dan minat belajar.

Kedua, saatnya belajar tata krama. Di sini para siswa belajar bahwa mereka harus bersikap sopan terhadap semua orang. Teman-teman, guru, dan orang lain. Contohnya, tidak makan sambil berbicara, tidak mendominasi percakapan, dan selalu mengucapkan salam apabila bertemu dengan orang yang sudah dikenal. Kita juga tidak boleh mengganggu masyarakat sekitar apabila kita melewati daerah mereka.

Ketiga, tentang kurikulum baru. Kita semua pasti sudah mendengar, bahwa K13 telah berlaku. Dalam k-13 ini, kita ditantang untuk belajar dan mencari informasi sendiri mengenai pelajaran. Setelah itu, kita mempresentasikan di depan kelas, melengkapi dengan informasi dari teman, dan memberi kesimpulan.

Empat, Jika kegiatan-kegiatan sebelumnya membuka wawasan kita mengenai dunia pendidikan, kegiatan yang satu ini berbeda. Observasi lingkungan sekolah, memiliki manfaat yang besar. Para siswa jadi dapat mengenal dan mencintai lingkungan sekolah dan tentunya, sarana dan prasarana yang ada di sekolah.

Lima, Tata tertib. Kegiatan ini membuat para siswa mengenal tata tertib yang ada di sekolah. Kita semua tahu, tata tertib diciptakan untuk menjamin agar kegiatan belajar mengajar berlangsung lancar dan tepat sasaran. Peraturan dibuat untuk ditaati. Bukan dilanggar. Mulai dari yang mengatur penampilan kita, hingga mengatur sikap, perilaku, dan tugas kita di sekolah.

Enam, penghijauan lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, para siswa diajar untuk mengerti masalah lingkungan hidup. Khususnya global warming yang sedang gencar-gencarnya dibicarakan saat-saat ini. Nah, untuk mengurangi dampak negatif dari peristiwa akibat kecerobahan itu, salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan mengadakan penghijauan lingkungan sekolah. Tanaman hijau dapat membuat udara menjadi bersih. Selain itu, mereka juga dapat menikmati indahya daun yang berwarna hijau dan segarnya udara yang melegakan pernafasan itu.

Di hari terakhir MOS, acaranya tidak kalah seru, setiap kelas harus menunjukkan bakat mereka di depan aula dengan disaksikan para guru, teman-teman, dan kakak-kakak OSIS. Dengan adanya acara ini, para siswa dilatih untuk berani tampil di depan umum dan dapat mengerti bakat teman-teman mereka. Dan dengan hal ini akan berguna khususnya, dalam menghadapi lomba-lomba satu tahun mendatang. Mereka dapat belajar mengenal dan mencintai sekolah, guru, dan teman-teman baru dengan baik.

MOPDB1.jpgMOPDB2.jpg

Maju dan Bersinar

Hari peringatan ulang tahun kemerdekaan Indonesia memang selalu meriah. Begitu pun dengan haru Sabtu, 16 Agustus 2014. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07:00 pagi ini merupakan pembukaan dari acara perayaan HUT kemerdekaan Indonesia ke-69. Usai melalukan perjalanan mengitari daerah sekitar sekolah, para siswa pun mengistirahatkan tubuh mereka sembari menikmati pudding yang dibagikan.

Setelah merasa segar kembali, para siswa mengikuti beberapa lomba yang sudah dipersiapkan beberapa hari sebelumnya. Lomba yang diadakan antara lain: menangkap belut, estafet kelereng, memecahkan balon, tarik tambang, solo vokal, melukis, membuat mading, dan lomba kebersihan kelas. Lomba-lomba tersebut dipilih karena dapat mengasah bakat dan kreativitas para siswa dan juga dapat mengajarkan hal-hal positif. Contohnya lomba tarik tambang, lomba ini membutuhkan kerjasama yang baik, belajar pantang menyerah, dan sikap yang selalu untuk memberikan yang terbaik. Selain itu dalam tarik tambang, seluruh anggota memiliki peran masing-masing, yang dibagian depan memberi contohm yang tengah membangkitkan semangat, dan yang dibelakang memberi dukungan. Sangat mirip dengan semboyan Ki Hajar Dewantara "Ing ngarso sun tuladha, Ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani"

Contoh lainnya, adalah lomba estafet kelereng. Di sini, para siswa belajar untuk bekerja sama dan sportif. Terus berusaha bila gagal, tidak terburu-buru dalam bertindak, dan belajar untuk menahan emosi. Mereka juga harus mentaati peraturan yang berlaku saat lomba. Misalnya, bila kelereng jatuh, harus mengulangi dari awal. Menyebalkan bukan? Apalagi bila tinggal selangkah lagi dan kelerengnya jatuh.. Perjuangan terasa bertambah panjang. Ibarat tugas yang hampir selesai dikerjakan, tapi terpaksa diulangi lagi karena sebuah kesalahan kecil dan ketergesa-gesaan.. Sebenarnya, lomba-lomba ini juga bermanfaat bagi mereka di kemudian hari. Hal ini akan melatih para siswa untuk menjadi pemimpin yang baik dan dapat memecahkan setiap persoalan dengan baik.

Ulang tahun yang ke enam puluh sembilan. Bukan waktu yang sebentar sejak kemerdekaan Indonesia. Tentu banyak hal yang telah terjadi dalam negeri ini baik suka maupun duka. Saat ini, ibu pertiwi pasti selalu mengharapkan yang terbaik bagi anak-anaknya. Berharap anak bangsa berubah menjadi semakin lebih baik, semakin bersinar dan membanggakan dirinya. Tidak hanya dalam materi, tetapi juga dalam karakter. Untuk itu, marilah kita menjadi generasi bangsa yang berkarakter, dan pastinya membanggakan ibu pertiwi kita tercinta. Jadi pada hari peringatan ulang tahun Indonesia ini, para siswa SMP Kristen Petra 4 juga mempraktekkan materi pendidikan karakter yang telah diajarkan beberapa waktu yang lalu.

Pola Hidup Sehat

pola hidup sehatTenang, begitulah suasana menyenangkan di ruang aula pagi ini. Bila suasana di hari- hari sebelumnya begitu ramai dengan anak yang mengikuti lomba modern dance, kini suasana terasa begitu tenang dan hening tanpa suara. Bahkan, suara anak yang berbisik pun tidak terdengar di pagi ini. Seluruh siswa kini sedang memper-hatikan penjelasan yang diberikan dalam sosialisasi budaya hidup sehat hari ini.

boost the values reap the success