| |

Kebebasan Yang Bertanggung Jawab

Kebebasan memang indah namun pasti ada batasan tertentu dan disertai tanggung jawab. Pada hari sabtu, 18 April 2015 PKK kali ini mengangkat tema tentang ”Kebebasan yang bertanggung jawab ” Perasaan campur aduk antara gembira dan bingung membayangi benak para siswa.

Pada jam pertama saat wali kelas menyampaikan materi, para siswa tidak mengalihkan pandangan dari layar dan fokus mendengarkan penjelasan sehingga suasana menjadi tenang. Tema kali ini diangkat karena banyak dari kita tidak memanfaatkan secara baik terlebih menyalahgunakan kebebasan yang sudah Tuhan berikan. Contoh sederhana dapat dibuktikan banyaknya siswa yang sering melanggar peraturan sekolah.

Ditengah-tengah pleno, wali kelas sesekali mengajak kami untuk merefleksi diri. Agar kami mau dan mampumenyadari bahwa kebebasan yang kita miliki dapat dipergunakan secara bertanggung jawab. Kebebasan yang kita miliki digunakan, sebagai sarana untuk menggali dan mengembangkan potensi yang ada dalam diri kita. Pada sesi kedua, kelas dibagi secara berkelompok.

Setelah kelompok itu terbentuk salahsatu siswa dari setiap kelompok diberikan tugas khusus. Salah satu siswa dari setiap kelompok diminta untuk mengobservasi kelompok yang ditunjuk oleh implementer. Hal yang diobservasi adalah sikap yang bertanggung jawab, dan sikap yang tidak bertanggung jawab atas kebebasan yang diberikan implementer selama kegiatan. Sebelumnya wali kelas telah memberitahu pada kami untuk membawa bahan-bahan pembuatan papercraft. Setiap kelompok diberi kebebasan untuk memberi warna, bentuk dan gambar dari papercraft tersebut.

Kekompakan, ketelitian serta kerjasama timbul saat mengerjakan papercraft tersebut. Masing-masing dari ketua kelompok bertugas mengobservasi kinerja dari kelompok lain. Karena asyik mengerjakan tak terasa waktu sudah menunjukkan 09.45. Kami bergegas membersihkan meja dan lantai tampa meninggalkan kotoran sedikitpun. Ketua kelas menutup dengan doa pulang. Sebagai akhir perjumpaan hari ini.

Pendidikan karakter Kristiani ini masih berbekas dalam hati kami masing-masing bagaimana bertanggung jawab atas kebebasan yang telah Tuhan berikan.

kebabasan1.jpgkebabasan2.jpg

Bersikap Disiplin

Program PKK yang mengangkat topik “ Bersikap disiplin “ Topik ini dibahas dengan menampilkan slide show dan pembuatan jadwal kedisiplinan yang dilakukan oleh siswa. Setelah siswa mengetahui dasar-dasar kedisiplinan lewat slide show, siswa dibagi perkelompok besar dan diajak untuk membuat suatu jadwal kedisiplinan untuk kelas dalam jangka satu minggu.

Jadwal kedisiplinan yang dibuat dimaksudkan agar siswa mau bersikap disiplin dan tidak melanggar jadwal yang mereka buat. Contohnya kelas kami 9.3 membuat jadwal yang mereka buat misalnya “ bersepatu hitam “ atau “ mengumpulkan tugas tepat waktu “ selama satu minggu. Siswa yang melanggar jadwal itu akan mendapat poin buruk. Hal ini, mendorong siswa untuk mau membiasakan diri bersikap disiplin.

Selain itu, siswa diajarkan bahwa disiplin dimulai dari hal-hal kecil atau dari diri sendiri. Contoh sederhananya yaitu “bangun pagi”, “ Membuang Sampah pada tem-patnya”, atau “ Membersihkan kamar setiap hari “. Bila kita sudah mendisiplinkan diri kita dengan hal sesederhana itu, mungkin kita bisa semakin mudah untuk bersikap disiplin dalam segala hal.

Siswa juga diajak untuk membuat karya berupa poster dengan tema“disiplin”, poster yang dibuat merupakan karya sendiri.

Dengan membuat poster, kita diharapkan sadar diri untuk mau mulai bersikap disiplin. Tidak hanya itu saja, melalui poster kita dapat mengajak dan mendukung teman-teman.

disiplin2.jpgdisiplin1.jpg

Pengendalian Diri

Kegiatan PKK dengan tema” Mengendalikan diri” sangatlah menarik bagi kami. Wali kelas kami telah menyampaikan sebelumnya, bahwa akan ada sesi debat. Wali kelas kami lalu membagi siswa untuk masuk kedalam tim pro dan tim kontra, moderator, dan time keeper. Kami semua langsung mencari bahan debat. Tema debat kali ini adalah “ Sekolah memblokir Penggunaan Youtube”. Sesi debat ini sangatlah seru dan menyenangkan. Makna dari debat yang dapat kami terima adalah berani berpendapat di muka umum, dan tetap mengendalikan diri untuk tidak menyela pembicaraan bila kita tidak setuju, tidak saling menghina dan tidak mengejek pendapat orang lain.

Satu minggu setelahnya dalam acara PD siswa & kreativitas, kami bersekutu bersama untuk memuji Tuhan, berdoa, dan mendengarkan firman Tuhan. Persekutuan Doa berjalan sangat baik. Kami dapat lebih dalam memahami arti mengendalikan diri yang sebenarnya. Seperti kata Bunda Teresa,” Jauh lebih mudah mengalahkan suatu negara dari pada mengalahkan diri sendiri”. Memang , bagi kami mengendalikan diri tidaklah mudah. Tetapi kami berjuang untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sesi kedua, kami kembali ke kelas masing-masing. wali kelas kami masuk ke kelas dengan membawa satu kantong plastik berisikan tusuk gigi yang cukup banyak. Yang membuat kami penasaran. Ternyata pada sesi game ini wali kelas meminta kami untuk bergabung dalam kelompok kecil beranggotakan empat orang. Lalu, wali kelas kami membagikan beberapa tusuk gigi di setiap kelompok .

Cara bermainnya cukup mudah, genggam tusuk gigi di salah satu tangan lalu lepaskan dengan ketinggian 5 cm dari meja. Tugas kami adalah mengambil tusuk gigi satu persatu secara bergantian tanpa boleh menyenggol tusuk gigi yang lain. Setelah sesi game selesai wali kelas kami menjelaskan makna dari permainan tadi. Spotivitas, kerja sama , ketelitian, dan hati-hati sudah kami kantongi melalui game tersebut dan itu semua berhubungan dengan pengendalian diri.

Teman-teman membagikan "Mirror of Mine“. Kami berdiskusi dalam satu kelompok, merefleksi diri dan menuliskan komitmen pribadi. Kegiatan PKK ini sangat berharga bagi kami. Kami senang telah mendapatkan materi ini . Kegiatan ditutup dengan doa, dan kami pulang dengan membawa berkat bagi sesama.

pengendalian2.jpgpengendalian1.jpg

Janji Menjaga Tubuh Tetap Sehat

janji_tubuh_02.jpgjanji_tubuh_01.jpg

Tepatnya tanggal 18 Maret 2014 SMP Kristen Petra 4 melaksanakan Persekutuan Doa dan Kreativitas Sekolah. Pada sesi pertama seluruh siswa berkumpul di Ruang Aula untuk mengikuti persekutuan doa dengan pelayan firman : Pdt. Nathaniel dengan tema “ Menepati Janji “ .Dalam kotbahnya yang terambil dari 1 Samuel 9: 11, 20 dan 26, bahwa setiap orang pernah berjanji baik terhadap diri sendiri, orang lain terlebih terhadap Tuhan. Begitu juga kita pernah dijanjikan oleh orang lain, berapa persenkah janji telah ditepati. Dalam kenyataan hidup “ janji mudah untuk dikatakan sulit untuk ditepati “ Diakhir kotbahnya siswa diajak merefeksikan diri :

  1. Jangan mudah berjanji
  2. Berjanjilah kalau memang diperlukan
  3. Timbang masak-masak sebelum berjanji.

Setelah persekutuan doa, siswa beristirahat sambil menikmati makan dengan menu sehat yakni makanan yang diolah dengan direbus. Tampak anak anak sangat menikmati makanan yang mereka bawa dari rumah, ada yang membawa berbahan dasar jagung , pisang, ketela pohon, dll. Saatnya tiba, setelah istirahat pada sesi kedua siswa mulai berganti pakaian olah raga untuk mela-kukan senam poco poco yang langsung dipimpin oleh Bapak Stevie . Hari itu sangat melelahkan tapi nampaknya anak anak sangat menikmati dan tumbuh kesadaran betapa pentingnya hidup sehat. Mengatur pola makan dan olah raga yang teratur membuat badan tetap sehat. Seperti semboyan yang kita kenal “ Men Sana In Core Pore Sano “ Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

 

Menepati Janji

tepat_janji_01.jpgtepat_janji_02.jpg

“Menepati janji“ adalah tema Pendidikan Karakter Kristiani pada hari Sabtu, 8 Maret 2014 lalu. Sebenarnya hari sabtu ini merupakan hari yang paling menyenangkan bagi kami, karena mendapatkan pelajaran tentang pendidikan karakter. Dan ternyata keceriaan itulah yang kami wujudkan dalam kegiatan di sekolah, mulai dari kegiatan pleno sampai kreativitas. Pada sesi I wali kelas sudah menerangkan bagaimana cara menepati janji.

Dihari-hari sebelumnya, guru kami telah membagi kelompok yang beranggotakan 5-6 orang Tiap kelompok diwajibkan membawa buffalo warna warni, lem, gunting, dan spidol warna. Pembagian tugas sudah dibagi oleh masing-masing ketua kelompok. Kerja sama dan saling melengkapi telah kami terapkan dalam tugas ini. Kami harus membuat bunga dimana kelopak- kelopak bunganya diisi komitmen yang harus kami tepati. Menggunting, sampai menghias kelopak bunga pekerjaan yang sangat menyenangkan.

Tak terasa waktu berjalan cepat, akhirnya kami memahami apa arti menepati janji sebenarnya. Diatas kelopak bunga tertera janji-janji yang akan kami tepati. Kami berjanji untuk setia pada janji yang kami buat. Itulah janji janji dari siswi SMP Kristen Petra 4 Sidoarjo

 

boost the values reap the success