| |

Juara 1 Sport Fotografi

SMA Negeri 1  Sidoarjo mengadakan beberapa lomba salah satunya adalah lomba sport fotografi. SMP Petra 4 mengirimkan 2 peserta untuk mewakili sekolah, salah satunya Vincent Wijaya. Dari mulai kelas 8 saya sudah mulai tertarik dengan dunia fotografi. Saya belajar fotografi melalui youtube dan kadang bertanya pada seseorang yang ahli di bidang tersebut. Pada saat ada lomba fotografi di SMA N 1 Sidoarjo, saya merasa tertantang dan ingin menambah pengalaman saya. 

IMG20200210123203

Saya mengikuti lomba ini dari tanggal 25 Januari - 8 Februari 2020. Kebetulan di sekolah tersebut juga mengadakan lomba basket dan futsal antar SMP dan antar SMA. Pada tanggal 27 Januari ada pertandingan pertama sekaligus opening ceremony yaitu pertandingan futsal SMP dan SMA. Saya menunggu momen terbaik untuk mendapatkan hasil terbaik. Saya mendapatkan free pass 5 kali untuk melihat pertandingan baik futsal maupun basket. Hari kamis tanggal 6 Februari, saya dating kembali ke SMA N 1 untuk hunting foto para peserta basket. Mengambil foto anak-anak basket lebih menantang bagi saya. Ketika para peserta basket sedang melakukan lay up ataudribbling itu merupakan kesempatan emas bagi saya untuk mengambil momen tersebut. Setelah saya mendapatkan cukup banyak foto. Saya diharuskan untuk mengupload hasil jepretan saya di Instagram sebanyak 5 foto pada tanggal 8 Februari 2020 dengan menyematkan tagar nama lomba dan nama OSIS SMA N 1. Seminggu kemudian saya dihubungi pihak panitia, bahwa saya menjadi juara 1 dalam lomba sport fotografi tersebut. Sungguh suatu kebangaan bagi saya karena saya dapat memenangkan pertandingan tersebut dan merupakan pengalaman tak terlupakan. Ini semua juga berkat kemuliaan Tuhan yang bekerja dalam hidup saya.

by: Vincent Wijaya

Drama Epic Come Back

IMG-20200221-WA0021_1.jpgIMG-20200221-WA0021_2.jpgIMG-20200221-WA0021.jpg
 

Tim basket SMP Kristen Petra 4 Sidoarjo,  mengikuti pagelaran Unsur Cup di SMA Untung Suropati Sidoarjo dari tanggal 17 Februari - 21 Februari 2020. Ada yang berbeda dari tim basket kali ini, karena sekolah mengirimkan siswa kelas 7 untuk menjajal skill bermain mereka. Siswa kelas 7 tidak sendirian, mereka masih harus didampingi kakak kelas mereka yaitu kelas 8 dan kelas 9. Di hari pertama, Trapat tidak berusah payah melawan SMP Negeri 5 Sidoarjo karena tim lawan mengundurkan diri alias walk out. Hari kedua tim basket berhasil memenangkan pertandingan dengan SMP Negeri 2 Sidoarjo dengan perolehan skor 51-14 . Di Hari Ketiga tim basket melawan SMP Negeri 1 Gedangan dengan perolehan skor16-36. Ternyata tim lawan kali ini cukup tangguh dan gesit. Hal ini membuat permainan dari tim trapat sedikit kacau dan penuh emosi, Karena itu trapat harus rela menyerahkan gelar juara 1 dan 2 dengan kekalahan yang mereka terima.

Tim basket masih harus bertanding untuk memperjuangkan gelar juara 3 melawan SMP Negeri Taman Sidoarjo. Pelatih memilih starter five di quarter pertama yaitu Jonathan Evan, Vincent Wijaya, Yoel Christian, Jeremy Lay, dan Richard Sugiharto (Capt). Awal pertandingan trapat sudah kebobolan 0-5. Hal ini membuat coach Kenny memutar otak untuk dapat mengembalikan keadaan. Quarter kedua trapat mulai menyusul ketinggalan dan memperoleh skor6-5. Tidak hanya berhenti di quarter kedua, trapat terus menambah skor agar lawan mulai goyah dan patah semangat di quarter ketiga.Quarter keempat adalah quarter penentuan untuk menentukan juara 3 di ajang Unsur Cup periodeini. Dengan tak gentar dan berapi-api tim basket berhasi lmendapatkan juara ke-3 dengan perolehan skor 23-16.

“Ini adalah pengalaman pertama bagi saya dalam mengikuti kompetisi basket. Cukup seru dan menegangkan karena di awal kami mengalami kekalahan. Selain itu kami harus mengejar perolehan skor agar kami dapat memenangkan pertandingan,” ujar Ralv Matthew salah satupemain basket kelas 7. Matthew berharap agar lebih semangat lagi dalam berlatih maupun dalam pertandingan supaya dalam pertandingan selanjutnya dapat memenangkan pertandingan lagi. “Walaupun dapat juara 3, tapi saya sudah senang sekali dan bangga. Ini adalah pencapaian pertama saya dan titik awal karir saya di dunia basket."

by: Jonathan Evan dan Ralv Matthew.

Fachurrozi “anak panahan”, tembus PON Papua 2020

IMG 20191011 WA0028

Mengikuti beberapa kali lomba panahan adalah hal yang biasa bagi saya, namun kali ini berbeda karena saya terpilih dan mendapat kesempatan mengikuti seleksi pra-PON di Jakarta. Sewaktu orang tua saya menyampaikan bahwa saya terpilih mengikuti seleksi Pra-PON Jawa Timur yang dilaksanakan di Jakarta, sebenarnya perasaan ragu, bahkan terbesit apakah nanti saya bisa bersaing dengan atlet-atlet senior lainnya yang tentu sudah sarat pengalaman. Namun kedua orang tua saya memberikan motivasi yang meyakinkan saya. Akhirnya harinya tiba dan kami berangkat ke Jakarta.

IMG 20191011 WA0031

Setelah sampai di Jakarta, kami langsung masuk ke Wisma. Besoknya hari pertama agendanya practice day; yaitu semua divisi melakukan percobaan lapangan. Kesempatan ini digunakan dengan baik oleh pelatih kami memberikan arahan dan pengenalan tempat. Saat itu banyak atlet-atlet yang mengikuti seleksi ini, jadi timbul dalam pikiran saya tidak mudah melewati seleksi ini. Walau demikian saya selalu teringat pesan orang tua saya, dan salah satu cara yang biasa saya untuk menaklukan keraguan diri adalah dengan mengambil waktu bermeditasi sejenak.

IMG 20191011 WA0030Setelah berlatih selama seminggu dan persiapan lainnya, tiba saatnya dihari ke 8 saya melaksanakan seleksi. Saya masuk dalam divisi nasional dengan 3 kategri yaitu jarak panah 30 meter, 40 meter dan 50 meter. Ternyata di divisi nasional ini banyak juga atlet panahan Jawa Timur yang ikut seleksi. Proses seleksi dimulai dengan cabang individu yang juga dilaksanakan dalam tiga putaran, namun sayang dalam cabang individu saya hanya sampai di peringkat ke dua saja. Sesuai ketentuan bahwa yang dinyatakan lolos adalah yang meraih peringkat satu. Kegagalan di cabang individu sempat membuat saya sedih, saat itu ayah menghibur saya dan memberikan harapan bahwa saya masih bisa melaksanakan dicabang beregu. Akhirnya melaksanakan seleksi di cabang beregu. Berkat motivasi dari ayah dan kekompakan dalam tim beregu Jawa Timur kami akhirnya memenangkan tiket beregu untuk menembus Pekan Olah Raga (PON) Papua 2020. Kesempatan ini menjadi kesempatan yang spesial karena dalam tim saya adalah peserta termuda dalam kontingen PON Jawa Timur 2020 di Papua untuk membawa nama baik Jawa Timur.

 

Terimakasih Tuhan untuk berkat-Mu bagi saya, sekolah, dan keluarga.

                       

 

 Fachrurrozi Manunggal 8-3   

MEC 2019

IMG 1382

MEC 2019 atau Mathematic Education Competition 2019 adalah sebuah lomba matematika tingkat SMP yang di selenggarakan oleh Universitas Kanjuruan Malang. Saya tertarik dan memutuskan untuk mendaftar dan mengikuti lomba tersebut. Karena rayon saya masuk dalam satu rayon di kabupaten Pasuruan maka saya mengikuti babak penyisihan di sana.

Ketika babak penyisihan berlangsung, bertepatan dengan pelaksanaan Penilaian Tengah Semester di sekolah kami, sehingga awalnya saya sempat ragu, apakah nantinya bisa mengikuti lomba ini dengan maksimal. Walau demikian saya tetap mengikuti lomba ini dengan mengerjakan soal-soal yang diberikan. Setelah beberapa hari hasil penyisihan diumumkan, ternyata nama saya masuk dalam 3 peserta yang terpilih dari tiap rayon. Ternyata Tuhan menghendaki untuk melanjutkan ke babak semifinal.

Kusahihkan Kalbu Menuju Indonesia Maju

Jeritan pemuda penuh semangat masih terngiang di kepala. Berpuluh-puluh tahun lalu memperjuangkan ibu pertiwi dari tangan penjajah asing. Tak kenal lelah tak kenal takut hadapi senjata yang menghadang di depan mata, demi mencapai kenikmatan hidup anak cucu di masa mendatang.

Gelora pemuda yang tidak dapat tergantikan dari masa ke masa kini mulai terabaikan. Hanya dengan hitungan jari saja para pemuda yang masih peduli dengan semangat taruna masa lalu. Bukan karena paksaan atau dorongan orang lain, namun bersumber dari ingatan kalbu.

Menuju masa revolusi mental, Indonesia semakin dilanda bencana. Perekonomian, pendidikan dan pangan penduduk semakin terbengkalai akibat para politikus tak bertanggung jawab. Dicap sebagai Negeri Pengkorupsi di dunia merupakan hinaan Indonesia di kancah dunia.

Masalah sosial seperti meningkatnya jumlah kekerasan terhadap anak usia dibawah umur, membuat nama Indonesia semakin surut. Keindahan alam sebagai anugerah Tuhan tak sebanding dengan rakyat yang mengelola. Kini Ibu Pertiwi sedang menangis.

Banyak bencana, semakin banyak pula kepedulian dari para pemuda. Saat ini mereka sedang berbaris satu persatu dan mulai menghadang rintangan bertahap. Memulai dengan semangat baru, sama seperti goncangan api taruna yang lalu. Bukan menggunakan sepotong bambu runcing, melainkan mental yang telah dirancang untuk menghadapi revolusi.

Segan untuk menyiakan usaha banting tulang di masa lampau, kami pemuda-pemudi berbekal ilmu yang telah diperjuangkan Kartini siap menggapai Indonesia Maju. Tidak untuk menunjukan diri dan menaikkan pangkat tetapi berdasar akan kecintaan terhadap Indonesia dan rasa nasionalisme.

Dimulai dengan hal kecil seperti ikut unjuk gigi dalam sebuah kompetisi Internasional demi meningkatkan derajat Indonesia di dunia. Turut serta dalam menanggulangi masalah-masalah sosial ditengah masyarakat. Peran itu akan semakin meningkat hingga para pemuda dapat memberi sikap patriotisme pada para remaja di masa mendatang.

Menuju revolusi mental, kami akan mengajak para penduduk dengan usia produktif mengambil peran dalam pembentukan individu dengan rasa nasionalisme tinggi. Mengubah sikap para remaja dengan kebiasan menggenggam handphone ditangannya menjadi pengharum nama pertiwi di masa mendatang. Mengubah kata malas menjadi “Ya, Aku Bisa”. Menggegerkan dunia dengan gairah yang berapi-api. Tidak hanya menjadi pemimpin dalam sebuah kelompok saja, namun memimpin Indonesia ke gerakan lebih maju dan bukan mundur.

Kini kan kuambil daunmu yang berguguran. Mengheningkan cipta dan tak akan kuinjak-injak jasamu. Jasa yang telah membuat kami dapat berdiri tegak disini. Di tanah Indah, tanah Indonesia.

Penyusun:
Shintya kelas 9.1
(Juara 1 penulis artikel terbaik dalam Bulan Bahasa 2015 SMP Kristen Petra 4 Sidoarjo)

boost the values reap the success